Halaman Sambutan


Sabtu, 26 Juni 2010

MELINTASI (2)

MELINTASI (2)

         Banyak yang masuk halaman bait Allah sekedar melintasinya. Saya teringat kota Jakarta yang punya banyak jalan tikus. Gang-gang kecil yang saat jalan utama macet, digunakan banyak pengemudi untuk menembus belantara kemacetan. Mereka melintasi jalan tikus itu untuk mempermudah gerak dan mempercepat. Tapi jalan itu sendiri bukan tujuan.

       Hari ini banyak menganggap Tuhan seperti jalan tikus. Kekristenan hanya dipandang sebagai jalan pintas demi kemudahan hidup kita atau lebih menyedihkan, Tuhan hankya sebagai jalan kemudahan buat hidup kita dan bukan sebagai tujuan utama. Betapa menyakitkannya keadaan seperti ini, tentulah ini menghancurkan hati-Nya.

       Saudaraku, jangan menjadikan-Nya sebagai jalan kemudahan. Jadikan Yesus tujuan hidup kita. Yesus cuma seperti jalan tikus? No Way!.


By His grace,

Pdt. Petrus Agung Purnomo

Selasa, 22 Juni 2010

PENUH MINAT

PENUH MINAT

"Daud sendiri menyebut Dia tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula? Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat"

(Markus 12:37)

     Ternyata tingkatan orang mendengar berbeda-beda. Ada yang sepintas, ada yang sambil mengerjakan yang lain, ada yang sambil mendengarkan suara-suara lain, dan sebagainya. Ada yang dengan malas mendengarkan, tapi ada yang dengan penuh minat.

      Tuhan sangat suka jika kita mendengarkan-Nya dengan penuh minat. Orang yang berminat tidak cepat terpuaskan. Dia pasti ingin lebih dan lebih lagi. Mereka yang penuh minat mengerti apa yang sedang dibicarakan dan tahu itu akan menghasilkan sesuatu yang berguna dan penting bagi dirinya.

       Semakin kita berminat, semakin Tuhan antusias dengan hidup kita. Jika kita ikut Tuhan dan mendengarkan-Nya bicara dengan penuh minat, luapan gelora-Nya akan terasa.

       Saudara, selama ini penuh minatkah dengan yang Yesus ajarkan?

By His grace,

Pdt. Petrus Agung Purnomo

Sabtu, 29 Mei 2010

MELINTASI 1

MELINTASI 1

"Dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi bait Allah."

(Markus 11:16)

      Hidup kekristenan orang ternyata tidak sungguh-sungguh berakar. Tidak punya kedalaman, tidak cukup pengertian. Seringkali kekristenan kita begitu dangkal, tipis, dan hanya dipermukaan. Sebab kita sering kali cuma 'melintasi' halaman-Nya dan kemudian keluar lewat pintu yang lain.

       Kita tidak benar-benar masuk. Doa kita cuma sepintas, baca firman juga sepintas, pelayanan juga sepintas, korban juga sepintas. Ya cuma melintas saja.

      Apapun yang cuma sepintas dan hanya melintas tak bisa diharapkan banyak. Itulah sebabnya Yesus melarangnya. Karena itu, jangan menjadi orang kristen yang cuma melintas, namun masuk ke dalam sampai bertemu dengan Dia.

       Jangan cuma sepintas, tetapi mendalamlah, dalamilah, kuasailah, dan jangan sekitar sepintas lalu. Amin?

By His grace,

Pdt. Petrus Agung Purnomo